PKM-Gagasan Tertulis

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

PENGGUNAAN  INTERNET PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR

DITINJAU DARI PENGAWASAN ORANG TUA TERHADAP DAMPAK PERUBAHAN SOSIAL PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR

BIDANG KEGIATAN :

PKM-GT

Ringkasan

        Kemudahan fasilitas akses internet yang lebih canggih dan fasilitas yang ditawarkan oleh internet di era Teknologi Informasi dan Komputer (TIK) saat ini disertai oleh munculnya fenomena yang menunjukkan minat yang tinggi untuk anak usia sekolah dasar dalam menggunakan internet.

Tulisan ini dibuat untuk merumuskan sebuah usaha mengawasi pemanfaatan teknologi internet di kalangan anak usia sekolah dasar yang notabene merupakan usia rawan terhadap dampak negatif dari teknologi internet. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pentingnya pengawasan orang tua terhadap pemakaian internet pada anak usia Sekolah Dasar.

        Internet merupakan singkatan dari inter-networking. LaQuey (1997) mengemukakan bahwa misi awal internet adalah menyediakan sarana bagi para peneliti untuk mengakses data dari sejumlah sumber daya perangkat-keras komputer yang mahal. Namun, dewasa ini internet telah berkembang menjadi ajang komunikasi yang sangat cepat dan efektif sehingga telah menyimpang jauh dari misi awalnya. Lalu, internet kini telah tumbuh menjadi sedemikian besar dan berdayanya sebagai alat informasi dan komunikasi yang tak dapat diabaikan.

Dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti ditemukan bahwa dari kelompok usia, sebagian besar responden mengaku pertama kali mengenal dan menggunakan internet pada saat mereka berusia 12 tahun (36,5%). Lalu, dari sejumlah alasan yang mendorong responden saat pertama kali menggunakan internet ditemukan bahwa mencari bahan atau sumber untuk menyelesaikan tugas sekolah merupakan alasan yang mendominasi responden saat pertama kalinya ingin menggunakan internet (40,6%). Selanjutnya diketahui juga bahwa dari segi sumber pembelajaran saat pertama kali menggunakan internet, sebagian besar responden (46,9%) dalam penelitian ini mengatakan mereka pertama kali mengenal dan belajar berinternet dari teman mereka.

Dalam mengawasi anak saat menggunakan internet, sebagai orang tua sebaiknya tidak gagap teknologi, orang tua harus mengetahui cara penggunaan internet. Dalam hal ini komunikasi antara orang tua dan anak sangatlah penting, orang tua bisa memberikan contoh – contoh positif dan negatif dari penggunaan internet.

Selanjutnya upaya pemerintah yang selama ini sudah dilakukan dalam kurun waktu yang relatif lama. Akan tetapi pertumbuhan situs-situs porno bukan semakin menurun akan tetapi  semakin meningkat. Peningkatan perlindungan terhadap anak dengan pemblokiran situs-situs porno, malah membuat web-web penyedia layanan sejenis semakin pandai mempromosikan produknya dengan berbagai cara.

Sebagai orang tua, tidak bisa terus-menerus mengawasi anak seiring mereka semakin dewasa dan mandiri. Jika ingin mendapatkan kepercayaan dan anak berterus terang, mulailah ajak anak berdialog sedini mungkin dan tunjukkan kalau mereka memang dapat dipercaya. ( Syaiful Bahri: 2004) Peranan orang tua sangat dibutuhkan dalam hal ini karena untuk dapat membentuk anak menjadi pribadi yang sehat atas perkembangan jaman. Jika anak sudah berbuat demikian tentu saja sebagai orang tua harus mampu membatasi diri.

Pendahuluan

Latar Belakang Masalah

Kemajuan dan perkembangan teknologi informasi dewasa ini sangatlah pesat.  Teknologi informasi  mengubah gaya hidup masyarakat dalam segala sendi kehidupan. Masyarakat seolah  sangat tergantung pada fungsi teknologi informasi dalam segala aspek kehidupannya. Fungsi teknologi informasi ibarat pisau bermata dua. Ada manfaat positifnya, sekaligus ada pula dampak negatifnya. Namun, manfaat maupun dampak negatif yang kelak muncul tentu  bergantung  pada  niat dan perilaku tiap orang yang menggunakan produk teknologi komunikasi modern itu.

Internet menjadi salah satu jenis  teknologi informasi yang fenomenal belakangan ini. Tukar informasi dan jalinan komunikasi ke segala penjuru makin mudah. Penggunanya pun hampir tak mengenal batas usia. Ada  anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa. Yang dkawatirkan adalah apabila layanan internet dimanfaatkan oleh kalangan anak-anak dan remaja untuk melihat-lihat “sesuatu” yang seharusnya belum layak untuk mereka konsumsi. Karena memang internet belum memiliki batasan yang jelas untuk pengkonsumsiannya pada aspek-aspek tertentu. Anak dan remaja dapat dengan mudahnya mengakses semua hal yang ada diinternet, baik itu mulai dari informasi yang positif maupun informasi yang belum selayaknya mereka dapatkan atau sebenarnya informasi tersebut harus didapatkan melalui pengawasan orang tua.

Pemakaian internet yang begitu mudahnya untuk dimanfaatkan membuat para penikmat internet kadang melupakan bahwa sebenarnya mereka memiliki batasan untuk pengkonsumsiannya. Terlupakannya batasan ini yang membuat terciptanya dampak negatif pada anak atas pemanfaatan internet. Oleh karena itulah sangat dibutuhkan pengawasan yang maksimal terhadap anak yang sedang membuka internet, hal ini dimaksudkan agar anak tidak membuka situs-situs yang belum sepantasnya mereka buka. Peran orangtua disini menjadi sangat penting karena dengan adanya pengawasan orangtua terhadap pemakaian internet diharapkan bisa mengurangi akan dampak negatif yang ditimbulkan oleh internet itu sendiri.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diulas sebelumnya, maka dapat ditarik beberapa perumusan masalah agar dapat mengkaji peran orang tua terhadap pemakaian internet pada anak. Perumusan masalah tersebut adalah:

  1. Bagaimana realita pemanfaatan teknologi internet di masyarakat ?
  2. Bagaimana peran dan pengawasan orang tua terhadap pemakaian internet pada anak ?

Tujuan

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pentingnya pengawasan orang tua terhadap pemakaian internet pada anak usia Sekolah Dasar.

Manfaat

  1. Memberikan sebuah gagasan baru dalam rangka pengatasan dampak negatif layanan internet pada anak usia sekolah dasar.
  2. Membantu orang tua dalam  rangka melakukan pengawasan terhadap pemakaian internet pada anak.
  3. Memberikan informasi berkaitan dengan pemfungsian internet, agar tidak terjadi peyalahgunaanan dalam pemakaiannya.
  4. Mencegah terjadinya dampak negatif dari penggunan internet pada anak.

Telaah Pustaka

Perubahan Sosial

Perubahan sosial adalah perubahan fenomena sosial di berbagai tingkat kehidupan manusia, mulai dari tingkat individu hingga tingkat dunia (Lauer, 2001:5). Perubahan sosial dapat menimbulkan dampak positif dan negatif bagi peradaban manusia itu sendiri. Dampak positif yang dahpat terjadi adalah adanya kemajuan di bidang ekonomi, politik, sosial, teknologi dan bidang-bidang lain yang terkait. Sedangkan dampak negatif yang mungkin terjadi adalah meningkatnya konsumsi dunia yang menyebabkan menurunnya daya kreatifitas manusia.

Mukhtar (2003) mendefinisikan perubahan perkembangan kognitif adalah perubahan proses berpikir masa anak-anak yang berorientasi konkrit menjadi proses berpikir tahapan yang lebih tinggi, yaitu kemampuan mengembangkan pikiran secara abstrak. Tahap operasional formal merupakan tahap perkembangan kognitif yang dicetuskan oleh Piaget. Terkait dengan hadirnya internet dalam kehidupan keseharian para remaja, perubahan perkembangan kognitif dan sosial pada remaja ini tentunya juga akan menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perilaku mereka dalam menggunakan internet.

Analisa dan Sintesa

Kondisi Kekinian

Menurut Shofi (2009), internet saat ini berkembang dengan pesat di Indonesia. Bayangkan jumlah pertambahan pengguna Internet di Indonesia dalam 1 tahun belakangan ini mencapai angka 1000% atau berarti pertumbuhan 10 kali lipat. Angka pertumbuhan yang luar biasa untuk jumlah pengakses Internet dari Indonesia. Apalagi saat ini sudah banyak sekali penyedia jasa Internet baik kabel maupun nirkabel seperti jaringan 3G dengan menggunakan PDA ataupun smartphone.

Jumlah pengguna Internet yang semakin berkembang, telah mewujudkan budaya internet termasuk di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Sebagian besar orang mencari informasi dari Internet. Mesin-mesin pencari atau dikenal sebagai search engine telah menyingkapkan berbagai ilmu pengetahuan yang dibutuhkan banyak orang. Misalnya Google, Yahoo, dan Live telah menjadi situs yang sangat dibutuhkan untuk mencari beragam informasi.

Berbagai situs web lainnya berkembang dengan pesat untuk menyajikan informasi terbaik mereka. Bahkan, dalam dunia maya di Internet, dibangun interaksi sosial sehingga dapat melakukan relasi tanpa dibatasi oleh batas negara dan wilayah lagi. Misalnya Facebook, Friendster, Myspace dan situs pertemanan lainnya baik lokal dan internasional juga telah menjamur untuk menjaring sebanyak mungkin orang membangun hubungan pertemanan di Internet.

Namun, dibalik perkembangannya yang pesat, Internet juga mempunyai dampak negatif. Ada juga bahaya Internet. Khususnya bagi generasi muda seperti anak dan remaja, Internet bisa memiliki dampak negatif yang dapat merusak masa depan. Setiap anak bisa mengakses Internet langsung dari handphone maupun komputer dan laptop di dalam kamar. Mereka bisa mengunjungi situs-situs yang kelihatan aman namun berbahaya. Apa saja bahaya dari Internet yang dapat merusak masa depan seorang anak.

a.       Pornografi Internet

Pornografi, anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi memang tidak salah. Dengan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajarela. Bisnis pornografi di Internet merupakan salah satu bisnis nomor satu dalam dunia online. Untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya, banyak penyedia jasa pornografi mempromosikan produknya dengan berbagai cara. Untuk mengakses situs web porno pun tidaklah sulit. Bahkan tanpa diundang, situs seperti itu bisa saja muncul tiba-tiba baik melalui e-mail maupun layar pop-up. Seorang anak yang sudah kecanduan pornografi Internet akan sulit menghentikan kebiasaannya sehingga dia akan melakukan hal tersebut berulang kali. Anak dapat merasa bersalah tetapi tidak berani mengutarakan perasaannya kepada orang-tuanya karena takut atau kesibukan ayah dan ibunya. Dalam keadaan cemas, otak berputar 2,5 kali lebih cepat dari putaran biasa pada saat normal. Akibat perputaran yang terlalu cepat ini, otak seorang anak dapat menciut secara fisik sehingga otak tidak berkembang dengan baik. Suatu keadaan yang dapat merusak masa depan seorang anak. Selain itu, gambar-gambar cabul yang ada di situs web porno, biasanya akan melekat dan sulit untuk dihilangkan dalam pikiran anak dalam jangka waktu yang cukup lama.

b.      Kecanduan Internet

Internet juga bisa menjadi candu. Seorang anak bisa saja ketagihan untuk berada di dunia maya. Ciri-ciri seorang anak yang sudah kecanduan Internet umumnya adalah akan marah bila Anda membatasi untuk menggunakan Internet. Dia juga cenderung enggan berkomunikasi dengan orang lain dan bersifat tertutup atau hanya mau berteman dengan orang tertentu saja.

  1. Health Issues

Stress yang ditimbulkan oleh penggunaan peralatan dan aplikasi berbasis TIK, ketergantungan akan teknologi informasi dan komunikasi, pengaruh radiasi gelombang elektromagnetis, pengaruh radiasi layar monitor, masalah persendian akibat kelelahan akibat kesalahan penggunaan keyboard dan mouse, masalah dsb.

  1. Violence and Gore

Kekejaman dan kesadisan juga banyakditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat menjual situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu.

  1. Information Anxiety

Terlalu banyak informasi sehingga tidak bisa memilih mana informasi yang benar / salah, penting / tidak, karena semakin banyaknya informasi yang ada sekarang, tidak semua informasi yang diberikan benar adanya. khususnya yang menggunakan media internet.

  1. Dehumanization

Hilangnya/turunnya penghargaan atas nilai individu, yang digantikan dengan angka identitas.

  1. Cookies

Makin banyak informasi yang ditampilkan diinternet yang tanpa kita sadari membuka peluang penyalahgunaan oleh pihak – pihak tidak berwenang , contoh : account yang kita miliki di situs jejaring social seperti facebook, friendster, twitter, dll. Makin nyata adanya kesenjangan antara kelompok yang menguasai TIK dengan kelompok yang tidak menguasai TIK, baik dalam keseharian maupun di sekolah.

  1. Impact Of Globalization On Culture

Makin menghilangnya/menipisnya nilai–nilai budaya lokal akibat pengaruh globalisasi. Karena semakin cepat dan mudahnya penyebaran informasi dari dunia luar melalui internet.

Solusi Yang Diterapkan Sebelumnya

Melihat kian maraknya penggunaan layanan internet pada anak usia sekolah dasar, yang kemudian memberikan dampak negatif bagi diri anak sendiri. Beragam kalangan baik dari sekolah maupun pihak lain di luar sekolah tergerak untuk melakukan upaya dalam rangka pengentasan dan pencegahan anak usia Sekolah Dasar yang terkena dampak negatif dari penggunaan layanan internet. Beberapa diantaranya adalah :

1)        Pemblokiran situs-situs porno.

Upaya ini sudah dilakukan dalam kurun waktu yang relatif lama. Akan tetapi pertumbuhan situs-situs porno bukan semakin menurun akan tetapi  semakin meningkat. Peningkatan perlindungan terhadap anak dengan pemblokiran situs-situs porno, malah membuat web-web penyedia layanan sejenis semakin pandai mempromosikan produknya dengan berbagai cara. Bahkan tanpa di undang situs seperti itu bisa saja muncul tiba-tiba baik melalui e-mail maupun layar pop-up, sehingga upaya ini belum bisa dikatakan cukup maksimal. Walaupun tidak dipungkiri upaya ini setidaknya dapat meminimalisir pengaksesan situs-situs pornografi.

2)        Peraturan sekolah

Sekolah terkadang memberikan peraturan-peraturan tertulis yang bertujuan mengurangi penggunaan layanan internet yang diduga memiliki dampak negatif bagi siswa. Upaya ini biasanya dilakukan dengan larangan membawa handphone ke sekolah bagi siswa.  Atau biasanya pihak sekolah juga melakukan pemeriksaan handphone siswa secara satu persatu.

3)        Peraturan warung internet

Pemilik Warung Internet atau akrab disebut Warnet biasanya melakukan upaya meminimalisir pengaksesan situs-situs porno, dengan menempelkan peraturan tertulis yang berisi larangan terhadap pengaksesan situs-situs pornografi. Upaya ini dirasa kurang efektif karena pelanggan yang datang memiliki keleluasaan untuk dapat melanggar peraturan tersebut. Hal ini dikarenakan pemilik warnet tidak memilki hak untuk terus mengawasi pelanggan dalam penggunaan layanan internet. Mereka lebih menekankan aspek bisnis dari pada mempertimbangakan dampak negatif bagi pengguna jasa layanan internet terutama dari kalangan anak usia sekolah dasar.

Gagasan yang diajukan

Sebagai orang tua, tidak bisa terus-menerus mengawasi anak seiring mereka semakin dewasa dan mandiri. Jika ingin mendapatkan kepercayaan dan anak berterus terang, mulailah ajak anak berdialog sedini mungkin dan tunjukkan kalau mereka memang dapat dipercaya. ( Syaiful Bahri: 2004) Peranan orang tua sangat dibutuhkan dalam hal ini karena untuk dapat membentuk anak menjadi pribadi yang sehat atas perkembangan jaman.

Menurut Alex Sobur (1986) pada saat itu anak mulai menemukan dirinya. Ia menyadari bahwa iapun seperti orang lain, mempunyai kebebasan berbuat, berkehendak, kebebasan melakukan apapun yang diinginkan, seperti ayahnya, seperi ibunya (masa Trotz). Sejak saat itu anak menyadari bahwa ia memiliki pribadi yang harus dapat berdiri sendiri, tidak harus selalu tunduk kepada orang lain.

Jika anak sudah berbuat demikian tentu saja sebagai orang tua harus mampu membatasi diri. Tidak banyak memerintah, melarang, menyuruh atau campurtangan terhadap apapun yang dilakukannya. Kalaupun orang tua ingin agar anak melakukan sesuatu hal untuknya, ia harus bisa menggunakan bahasa yang halus.

Internet memiliki banyak manfaat positif. Namun, internet juga memiliki dampak negatif. Hal yang mana yang terbaik untuk anak tergantung bagaimana mereka dapat memanfaatkannya.

Dari ketiga pemikiran yang ada tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa orang tua memiliki peranan yang sangat besar demi kemajuan perkembangan anaknya dalam berbagai segi kehidupan, terutama peranannya dalam mengawasi anak mengikuti perkembangan jaman sekarang ini.( Thamrin Nasution: 02).

Internet menjadi trend dunia yang sangat mengglobal. Bagaimana orang tua dapat menyikapi akan perkembangan internet yang ada merupakan tugas yang berat. Oleh karena itu, tugas yang terpenting orang tua adalah untuk tetap menjaga jarak antara orang tua dan anak dengan tetap menjalin komunikasi yang sehat. Seperti yang tercantum di atas, orang tua tidak dapat setiap waktu mengawasi anak, tetapi jika orang tua telah memberikan pengertian yang baik tentang internet kepada anak maka anak akan tetap mengingatnya karena anak memang memiliki kepatuhan yang cukup tinggi atas apa yang diajarkan oleh orang tuanya.

Jadi pengawasan orang tua terhadap pemakaian internet pada anak menjadi hal yang sangat penting karena hal ini bertujuan untuk menghindarkan anak-anak dari dampak negatif yang ditimbulkan oleh internet itu sendiri. Jika anak diawasi oleh orang tua baik itu pengawasan secara langsung maupun tidak langsung maka akan menghindarkan anak dari dampak negatif internet. Tetapi jika anak memakai internet tanpa adanya pengawasan dari orang tua maka dampak negatif akan internet akan terjadi pada anak.

Oleh karena itu pengawasan orang tua terhadapa pemakaian internet menjadi sangat penting karena bisa dijadikan sebagai pengontrolan akan perkembangan anak dalam segi kemajuan teknologi yang sedang berkembang.

Pengawasan orang tua dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Adapun pengawasan yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam memantau pemakaian internet pada anak diantaranya dengan menggunakan Software Browser khusus untuk anak, yaitu Browser Anak, dan Browser Parental. Software Browser adalah yang menjadi perantara utama antara Internet dengan komputer yang digunakan. Browser anak secara umum telah dirancang untuk semaksimal mungkin menyaring berbagai situs, gambar atau teks yang tidak layak diterima anak. Browser anak juga didisain untuk menarik dan mudah digunakan oleh anak. Software Parental (Filter, Monitor dan Penjadwalan).

Software ini untuk mencegah anak sengaja atau tidak sengaja membuka dan/atau melihat berbagai gambar yang tak layak (pornografi, sadisme, dan sebagainya) yang terdapat di situs Internet. Software ini juga akan memudahkan orang tua ataupun pengasuh untuk memonitor aktifitas anak selama online dengan berbagai variasi metode pengawasan. Fungsi lain dari software ini adalah untuk membatasi jumlah / durasi waktu anak dalam menggunakan Internet. Termasuk untuk pengaturan hari dan jam tertentu sehingga komputer dapat atau tidak dapat digunakan oleh anak untuk ber-Internet. Selain penggunaan alat bantu seperti Browser, pencegahan juga dapat dilakukan dengan pengawasan orang tua ataupun guru, lingkungan atau bahkan memberi pemahaman pada anak melalui edukasi buku. Hal yang dapat dilakukan diantaranya adalah orang tua harus tetap mendampingi anaknya ketika mereka bereksplorasi dengan Internet rumah.

Orang tua memegang peranan yang besar dalam mengajarkan perilaku ber-Internet yang sehat kepada anak. Baik sebagai orang tua maupun anak harus mempelajari dan memahami tentang berbagai resiko yang dihadapi ketika berkomunikasi dengan orang yang tak dikenal melalui Internet. Tetaplah menjalin komunikasi yang baik dengan anak, berapapun usianya. Guru harus senantiasa membimbing siswa didiknya agar dapat menggunakan Internet dengan baik dan benar saat sekolah Komunitas, termasuk pengelola warung Internet (warnet), pelaksana program ekstra-kurikuler, lembaga pelatihan dan sebagainya harus bahu-membahu dalam mengedukasi masyarakat tentang ber-Internet yang sehat. Anak maupun siswa didik diharapkan dapat belajar bertanggung-jawab atas perilaku mereka sendiri, termasuk ketika menggunakan Internet.

Tidak ada cara yang lebih baik dalam mengamankan anak dari ancaman dunia maya selain mengedukasi mereka dengan segudang informasi tentang bahaya dan risiko yang mengintai mereka di internet.

Memang ada software parental control yang menawarkan solusi efektif untuk memonitoring aktivitas anak saat online. Namun tools ini hanyalah sebagai alat bantu dan seharusnya tidak dijadikan ’satpam’ pengganti orang tua. Tidak serta merta dengan menggunakan software ini, menginstalnya di komputer lalu mengamati aktivitas anak dari jarak jauh, maka anak dijamin aman dari ancaman dunia maya.

Ingat bahwa “ngenettidak hanya dapat dilakukan lewat komputer. Di jaman yang makin canggih ini, anak juga berinteraksi dengan orang lain lewat ponsel yang sudah terkoneksi internet, atau mengakses Facebook dan Twitter dari PC sekolah atau komputer di rumah temannya. Kalau sudah begini, maka software parental tidak akan berguna.

Ada kalanya anak yang sudah menginjak remaja tidak suka jika orangtuanya memata-matai aktivitas onlinenya. Memakai software parental control adalah lain hal, coba lakukan cara lain yang lebih bijak kepada anak, kenali mereka melalui beberap hal di bawah ini:

a.    Jadilah temannya di Facebook

Cara pertama, membuat kesepakatan dengan anak ketika  dia ingin membuat akun Facebook maka ia harus berteman dengan orangtuanya, bisa ibu dan/atau ayah. Jika anak menginginkan membuat akun Facebook maka ia harus setuju dengan aturan ini.

b.    Berteman dengan orang tua teman anak

Membentuk suatu perkumpulan dengan para orangtua anak yang lain, yang notabene bersahabat dengan anak Anda. Dengan begitu, Anda akan mengetahui lebih banyak tentang orang tua teman anak Anda tersebut dan tingkat tanggung jawab mereka terhadap anak. Ingatlah bahwa buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya.

c.    Tempatkan PC di area terbuka di rumah

Secara psikologi, anak akan memperlihatkan sikap canggung dan merasa tidak aman jika ada orang lain yang bisa leluasa melihat apa yang mereka lakukan di depan komputer, apalagi jika ia membuka situs yang aneh-aneh (tidak pantas). Jika anak online menggunakan laptop, maka harus ada aturan bahwa mereka berinternet tidak boleh dilakukan di kamar tidur sehingga bisa tetap mengontrol aktivitas anak di internet.

d.   Awasi Twitter, Facebook, YouTube dan Foto

Kejadian buruk seperti cyberbullying (aksi pelecehan via internet) tidak hanya terjadi di Facebook. Cobalah awasi foto-foto apa saja yang diposting anak, apa yang mereka baca di internet, apa yang mereka tweet dan retweet, apa yang mereka lihat di YouTube.

e.    Cek isi ponsel secara random

Jika memungkinkan, cek isi ponsel anak Anda secara random. Periksa foto dan video apa saja yang ada di dalamnya, jam berapa anak sms-an dan menerima sms, apakah ada yang mengancam anak Anda, dan lain-lain. Anak akan menunjukkan gelagat yang mencurigakan jika di ponselnya terdapat gambar, video, ataupun pesan aneh sehingga akan berusaha menolak jika orangtua ingin melihat isi ponselnya.

f.     Cek history browser

Sama seperti ponsel, jika memungkinan cek history log browser yang digunakan anak Anda. Kalau anak menghapus jejak mereka ber-internet agar tidak dicurigai orangtua, maka Anda perlu lebih waspada mengawasi aktivitas yang dilakukan anak saat online.

g.    Buat aturan waktu

Ini berlaku untuk ponsel dan komputer. Sama halnya memberlakukan aturan bahwa tidak boleh menonton televisi jika belum mengerjakan pekerjaan rumah (PR), selama jam makan malam atau setelah jam 9 malam. Aturan serupa hendaknya juga diberlakukan untuk ponsel dan internet.

h.    Hari bebas ponsel/internet

Jika perlu, buatlah kesepakatan tentang hari bebas ponsel/internet, bisa seharian atau beberapa jam saja. Cabut steker listrik komputer atau modem. ‘Sita’ ponsel Anda dan anak Anda, jauhkan sejenak saat keluarga sedang melakukan kegiatan yang menyenangkan seperti bermain di halaman rumah, berenang dan sebagainya.

i.      Jadilah sahabat

Orang tua harus rajin berdialog dengan anak tentang bahaya predator dan cyberbully, risiko berbagi foto dan pesan yang bersifat cabul, pentingnya pengaturan privasi. Biarkan mereka tahu mengapa Anda melakukan semua ini, jelaskan alasan-alasannya secara gamblang dan jangan lupa beri kesempatan kepada anak untuk menyuarakan keberatan atau masalah mereka. Jangan ragu untuk berkompromi, namun harus tetap berpegang teguh pada aturan-aturan yang Anda anggap penting.

Kesimpulan

Menjadi hal yang sangat penting apabila orang tua mengikuti perkembangan anaknya dan ikut serta dalam mengawasi perkembangan tersebut. Peran orang tua adalah mengarahkan dan memberikan contoh yang terbaik untuk anaknya. Karena pada usia sekolah dasar hal pertama yang akan dilakukan oleh anak adalah proses meniru. Dan karena lingkungan pertama yang mereka lihat adalah lingkungan keluarga, maka sedini mungkin berikan contoh dan berikan pengetahuan yang terbaik untuk anak dalam berbagai aspek kehidupan, yang terutama adalah berikan contoh yang baik dalam menyikapi perkembangan teknologi yang sedang berkembang. Jangan biarkan anak menjadi korban akan teknologi. Berikan kebebasan untuknya agar dapat mengikuti jaman. Namun, jangan hanya dibiarkan begitu saja. Tetap berikan arahan yang terbaik untuk kemjuan hidupnya.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Copyright © 2010, 01, April 2010 Website Sejarah Internet • Artikel seputar sejarah internet, pengertian internet, manfaat internet, perkembangan internet, jaringan internet, fungsi internet, istilah internet, definisi internet dan pengenalan internet •

Covey, Stephen R. 2001. The 7 Habits of Highly Effective Families. Jakarta:   Binarupa Aksara

Djamarah, Syaiful Bahri. 2004. Pola Komunikasi Orang Tua dan Anak dalam Keluarga. Jakarta: Rineka Cipta.

Fairuzelsaid. (2009). Internet sehat? Why Not?. [online]. Tersedia: http://www.fairuzelsaid.wordpress.com [17 November 2009]

Gordon Thomas.2009.Menjadi Orang Tua Efektif Cara Pintar Mendidik Anak Agar Bertanggung Jawab. Jakarta: Pt. Gramedia Pustaka Utama

Herwindo, Ali Akbar. (2005). Mengenal Sistem Komputer Masa Kini. Bandung: Yrama Widya.

Nasution, Thamrin & Nasution Nurhaliyah. 1985. Peranan Orang Tua dalam meningkatkan Prestasi Belajar Anak. Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia.

Sannai, Anatta. (2008). Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). [online]. Tersedia: http://www.anattasannai.blogger.com [22 November 2009]

Shofi. (2009). Dampak Negatif dan Positif Internet. [online]. Tersedia: http://www.shofi.wordpress.com [22 November 2009]

Sobur, Alex. 1986. Anak Masa Depan. Bandung: Angkasa

Yusuf, Syamsu. 2002. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s