Contoh SATLAN BK

SATUAN KEGIATAN LAYANAN

BIMBINGAN DAN KONSELING

  1. Judul/Spesifikasi Layanan            : Cara Konsentrasi Belajar
  2. Bidang Bimbingan                        : Bimbingan Belajar
  3. Fungsi Layanan                             : Fungsi Pemahaman dan Pengembangan

D. Standar Kompetensi                     :

Membantu siswa untuk mendapatkan pemahaman yang baik mengenai pentingnya berkonsentrasi dalam belajar dan menerapkan cara konsentrasi belajar yang baik guna menunjang kegiatan belajar.

E.   Indikator Pencapaian:

Setelah mengikuti kegiatan ini diharapkan siswa dapat:

  1. Memahami pentingnya konsentrasi dalam kegiatan belajar
  2. Memahami komponen penggerak dalam belajar.
  3. Memahami konsentrasi dan penyebab kesulitan konsentrasi belajar.
  4. Dapat menerapkan cara konsentrasi yang baik dalam kegiatan belajar.

F.   Sasaran Layanan       : Siswa SMU Kelas X

G. Uraian Kegiatan dan Materi Layanan

1. Uraian Kegiatan

1.1. Kegiatan Awal

– Pembimbing membuka kegiatan layanan

– Pembimbing mencek kehadiran siswa

– Pembimbing mengadakan apersepsi

1.2. Kegiatan Inti

-          Siswa mendengarkan materi dari pembimbing yang berkaitan dengan materi:

  1. Pentingnya konsentrasi dalam kegiatan belajar
  2. Komponen penggerak dalam belajar
  3. Konsentrasi dan penyebab kesulitan konsentrasi belajar
  4. Mengembangkan kemampuan konsentrasi belajar

1.3. Kegiatan Akhir

- Siswa bersama pembimbing mengadakan tanya jawab dari materi yang telah  dibahas

- Pembimbing memberikan tugas kepada siswa berbentuk post tes

- Siswa bersama pembimbing menyimpulkan materi yang telah disampaikan

- Pembimbing menutup kegiatan layanan

2. Materi Layanan : ( terlampir )

2.1. Pentingnya Konsentrasi dalam Kegiatan Belajar

2.2. Komponen Penggerak dalam Belajar.

2.3. Konsentrasi dan Faktor Penyebab Kesulitan Konsentrasi Belajar.

2.4. Mengembangkan kemampuan konsentrasi belajar

H. Tempat Penyelenggaraan Layanan           : Ruang kelas

I.    Waktu                                                       : 15 Menit

Tanggal                                                 : 17 April 2012

Semester                                                :  II

J.    Penyelenggara Layanan                            :  Guru BK

K.  Sumber, Alat & Perlengkapan                  : 1. LCD

2. Laptop

L.   Sumber

1. http://bikonspenzambal.blogspot.com/2011/01/cara-konsentrasi-belajar.html

M. Rencana Penilaian

1. Prosedur Tes                                         : Post Test

2. Jenis Tes                                                : a. Tes Lisan

b. Tes tertulis

3. Bentuk tes                                             : Essay

4. Butir Soal Tes Lisan                              :

1. Apakah manfaat konsentrasi dalam belajar ?

2. Bagaimana cara mengembangkan konsentrasi yang baik dalam belajar ?

Madiun, 17 April 2012

Perencana Kegiatan Layanan

Etya Wandana

Topik                                       : Cara Konsentrasi Belajar

Jenis Layanan                          : Layanan Informasi

Bidang Layanan                      : Bimbingan Belajar

Tujuan Layanan                         : Siswa mampu memahami pentingnya konsentrasi dan cara mengembangkan konsentrasi dalam kegiatan belajar.

Sasaran Layanan                     : Kelas X/Genap

Waktu                                     : 15 menit.

 

CARA KONSENTRASI BELAJAR

A. Pentingnya Konsentrasi dalam Kegiatan Belajar

Siapa yang tidak ingin menjadi anak pintar, anak yang selalu disanjung, diidolakan karena prestasi yang menonjol? Menjadi anak pecundang atau tidak menonjol tentu paling tidak mengenakkan dan kadangkala tidak dianggap orang (kata orang sini dikacangi). Padahal, setiap anak mempunyai kesempatan dan peluang yang sama baik untuk menjadi anak yang berprestasi. Janganlah kita mengacu, menjadi anak yang berprestasi harus memiliki IQ (Intellegence Quetient) tinggi.

Menurut Thomas Alva Edison, peranan IQ itu hanya 1% saja menunjang keberhasilan seseorang, namun yang 99% adalah kemauan dan kerja keras. Jika harapan tersebut dapat diwujudkan, tentu akan membuat hati merasa senang sekali. Begitu juga, orang tua, adik, abang, kakak dan sebagainya tentu merasa bangga. Prestasi dan kemampuan yang kita miliki dapat dijadikan simbol, kebanggaan dan kebahagiaan keluarga. Kelebihan yang kita miliki menjadi bahan cerita dan bahan untuk membanggakan keluarga yang tak habis-habisnya.

Tentu kita berharap dapat melakukan belajar dengan perasaan gembira. Kalau guru menerangkan pelajaran, maka kitapun “langsung nyambung” dan mudah memahami apa yang dijabarkan. Kitapun betah berlama-lama memusatkan perhatian pada pelajaran. Persoalannya, bagaimana mewujudkan harapan-harapan tersebut menjadi suatu kenyataan?

Padahal, saat kita mengikuti pelajaran di sekolah tidak jarang dihinggapi oleh perasaan jemu, bosan dan malas. Bahkan rasa mengantukpun sering menjangkiti kita, saat dengar penjelasan guru di depan kelas. Hal lain, kita sering mengalami kesulitan untuk memfokuskan perhatian dan konsentrasi belajar. Kesulitan memfokuskan perhatian dan konsentrasi belajar di sekolah membuat kita tak mampu mencerna apa yang dijabarkan guru. Begitu juga, saat belajar sendiri membuat kita menjadi malas dan mengantuk.

B. Komponen Penggerak Belajar

Ada tiga komponen yang harus kita miliki, agar kita dapat melakukan kegiatan (proses) belajar, yaitu: Minat, Perhatian dan Motivasi.

Minat dapat diartikan sebagai keinginan yang kuat untuk memenuhi kepuasan kita, baik berupa keinginan memiliki atau melakukan sesuatu. Besarnya minat atau keberartian minat ini dapat dipandang dari 2 sisi, yaitu: Minat sebagai sebab, yaitu tenaga pendorong yang merangsang kita memperhatikan objek tertentu lebih dari objek-objek lainnya. Minat sebagai akibat, yaitu berupa pengalaman perasaan yang menyenangkan yang timbul sebagai akibat dari kehadiran seseorang, atau objek tertentu, atau sebagai hasil daripada partisipasi kita di dalam suatu bentuk kegiatan. Mengingat pada kegiatan yang didorong oleh minat tentu mengandung unsur kegembiraan untuk melakukannya. Belajar pun dapat berlangsung dengan baik, jika didorong oleh minat yang kuat. Sebaliknya, aktivitas tanpa minat yang kuat akan menimbulkan suatu penolakan atau pertentangan dari dalam batin kita untuk segera mengabaikan aktivitas tersebut. Jika dipaksakan juga, akan memberi suatu kondisi yang tidak mengenakkan hati, sehingga menimbulkan rasa malas, bosan dan mengantuk. Akhirnya mudah terpengaruh untuk beralih ke aktivitas lain yang lebih menarik perhatian.

Perhatian adalah proses pemusatan pengerahan aktivitas tenaga psikis (pikiran) dan fisik terutama indera dan gerakan tubuh pada fokus tertentu. Pengerahan aktivitas pikiran dan fisik tersebut sangat dipengaruhi oleh kadar kesadaran yang turut serta pada aktivitas tersebut. Dengan kata lain, intensitas perhatian kita itu sangat didorong oleh kadar kesadaran yang turut pada aktivitas pengamatan kita tersebut, seperti adanya minat dan motivasi. Semakin tinggi intensitas perhatian kita pada suatu kegiatan akan semakin sukses kegiatan yang kita lakukan tersebut. Sebaliknya, jika perhatian kita lemah atau terpecah, maka menimbulkan aktivitas yang berkualitas rendah dan menimbulkan ketidakseriusan. Ketidakseriusan merupakan awal terbentuknya rasa malas dan bosan.

Motivasi adalah dorongan atau usaha untuk mewujudkan perbuatan dalam bentuk aktivitas mencapai kebutuhan atau tujuan tertentu. Untuk menggerakkan motivasi dari dalam diri kita, maka harus ada cukup alasan/motif tertentu yang merangsang perbuatan itu. Jadi alasan/motif yang kuatlah yang dapat memotivasi kita giat belajar. Sebaliknya, aktivitas yang tidak didasari motivasi yang kuat, maka akan menimbulkan ketidakseriusan dan perhatian tidak optimal, sehingga menimbulkan dorongan untuk mengalihkan aktivitas tersebut ke aktivitas yang lain.

Ketiga komponen minat, perhatian dan motivasi ini merupakan faktor-faktor yang ada pada setiap orang untuk melakukan aktivitas tertentu. Juga ketiga komponen ini saling mempengaruhi, sehingga bermutu atau tidaknya aktivitas kita itu sangat tergantung pada ketiga komponen yang mendasari aktivitas tersebut, termasuk aktivitas belajar. Dalam aktivitas belajar, jika ketiga komponen minat, perhatian dan motivasi tidak optimal, maka kita pun akan mengalami kesulitan melakukan konsentrasi belajar.

C. Konsentrasi Belajar

Berdasarkan penelaahan para ahli pendidikan, penyebab rendahnya kualitas dan prestasi belajar, sebahagian besar disebabkan oleh lemahnya kemampuan melakukan konsentrasi belajar. Padahal, bermutu atau tidaknya suatu kegiatan belajar atau optimalnya hasil belajar sangat tergantung pada intensitas kemampuan kita untuk melakukan konsentrasi belajar.

Ketidakberdayaan melakukan konsentrasi belajar ini, merupakan problematik aktual di kalangan pelajar. Kita sering kali mengalami pikiran bercabang (duplikasi pikiran), saat melakukan kegiatan belajar. Pikiran bercabang bisa muncul tanpa kita sadari. Tentunya kita pun merasa terganggu sekali saat tak mampu berkonsentrasi dalam belajar. Saat belajar, kadangkala tanpa kita undang muncul kepermukaan alam pikiran mengenai masalah-masalah lama, keinginan-keinginan lain atau yang terhambat menjadi pengganggu aktivitas belajar kita. Alhasil, kitapun beralih dan larut ke alam pikiran yang melintas tersebut.

Di sini perlu kita sadari, bahwa konsentrasi belajar itu tidak datang dengan sendirinya atau bukan dikarenakan pembawaan bakat seseorang yang dibawa sejak lahir. Melainkan konsentrasi belajar itu harus diciptakan dan direncanakan serta dijadikan kebiasaan belajar. Setiap orang pada dasarnya punya potensi dan kemampuan yang sama untuk dapat melakukan konsentrasi belajar.

Konsentrasi belajar adalah pemusatan daya pikiran dan perbuatan pada suatu objek yang dipelajari dengan menghalau atau menyisihkan segala hal yang tidak ada hubungannya dengan objek yang dipelajari. Suatu proses pemusatan daya pikiran dan perbuatan tersebut adalah aktivitas berpikir dan tindakan untuk memberi tanggapan-tanggapan yang lebih intensif terhadap fokus atau objek tertentu. Fokus atau objek tertentu itu, tentunya telah melalui tahapan penyeleksian kualitas yang direncanakan. Prosedur tahapan penyeleksian akan kualitas objek yang direncanakan tak lain adalah pengembangan minat, motivasi dan perhatian pada objek belajar.

Penyebab-penyebab timbulnya kesulitan konsentrasi belajar, antara lain:

1. Lemahnya minat dan motivasi pada pelajaran.

2. Perasaan gelisah, tertekan, marah, kuatir, takut, benci dan dendam.

3. Suasana lingkungan belajar yang berisik dan berantakan.

4. Kondisi kesehatan jasmani.

5. Bersifat pasif dalam belajar.

6. Tidak memiliki kecakapan dalam cara-cara belajar yang baik.

D. Mengembangkan Kemampuan Konsentrasi Belajar.

Untuk mengembangkan kemampuan konsentrasi belajar dibutuhkan, antara lain :

a.   Kesiapan belajar (ready learning). Sebelum melakukan aktivitas belajar kita harus benar-benar dalam kondisi fresh (segar) untuk belajar. Untuk siap melakukan aktivitas belajar ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu kondisi fisik dan psikis. Kondisi fisik harus bebas dari gangguan penyakit, kurang gizi dan rasa lapar. Kondisi psikis harus steril dari gangguan konflik kejiwaan atau ketegangan emosional, seperti cemas, kecewa, patah hati, iri dan dendam. Masalah-masalah konflik kejiwaan ini harus diselesaikan terlebih dahulu. Pikiran harus benar-benar jernih, jika hendak melakukan kegiatan belajar.

b.   Menanamkan minat dan motivasi belajar dengan cara mengembangkan “Imajinasi Berpikir”. Untuk membangkitkan minat dan motivasi belajar, maka perlu kita ketahui:
Apa yang dipelajari, Untuk apa mempelajari materi pelajaran yang hendak dipelajari, Apa hubungan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari (manfaat mempelajari dan apa yang dapat kita lakukan dengan pengetahuan tersebut), Bagaimana cara mempelajarinya.

Dengan mengetahui keempat hal tersebut di atas, kita akan belajar secara terarah atau lebih terfokus pada materi pelajaran. Kemudian untuk membangkitkan faktor intelektual-emosional belajar kita, maka perlu mengembangkan dan membiasakan “berimajinasi dalam berpikir”. Maksudnya, kita membiasakan untuk menjelajah dengan berusaha membayangkan gambaran bentuk yang dipelajari. Kemudian pikirkan unsur-unsur penting yang membentuk gambaran tersebut. Dengan demikian kita akan digiring pada pola belajar aktif dan kreatif.

  1. Cara belajar yang baik. Untuk memudahkan konsentrasi belajar dibutuhkan panduan untuk pengaktifan cara berpikir, penyeleksian fokus masalah dan pengarahan rasa ingin tahu. Juga, harus memuat tujuan yang hendak dicapai dan cara-cara menghidupkan dan mengembangkan rasa ingin tahu kita, hingga tuntas terhadap apa yang hendak dipelajari. Dengan kata lain, berusaha menyusun kerangka berpikir dan bertindak step by step dalam memecahkan masalah.
  2. Lingkungan belajar harus kondusif. Belajar membutuhkan lingkungan yang kondusif untuk memperoleh hasil belajar secara optimal. Harus diupayakan tempat dan ruangan yang apik, teratur dan bersih. Suasanapun harus nyaman untuk belajar.
  3. Belajar aktif. Jika kita sulit berkonsentrasi belajar di sekolah atau sulit mengerti apa yang dijelaskan guru dan sebagainya, maka kita harus dapat mengembangkan pola belajar aktif. Kita harus aktif belajar dan berani mengungkapkan ketidaktahuan pada guru atau teman. Buang rasa sungkan, rasa malu dan rasa takut pada guru. Guru tidak akan memberi hukuman pada kita yang proaktif dalam belajar. Jika kita proaktif dalam belajar, maka kita akan mendapat perhatian khusus guru. Kita yang belajar yang proaktif akan menghalau timbulnya proses pengembaraan pikiran (duplikasi pikiran). Kita akan tetap fokus pada pelajaran. Intensitas konsentrasi belajar pun akan menjadi semakin optimal.
  4. Perlu disediakan waktu untuk menyegarkan pikiran (resfreshing) saat menghadapi kejemuan belajar. Saat kita belajar sendiri di rumah dan menghadapi kesulitan (jalan buntu) mempelajari materi pelajaran, kadangkala menimbulkan rasa jemu dan bosan untuk berpikir. Jika hal ini terjadi, maka jangan paksakan diri kita untuk terus melanjutkan belajar. Jika dipaksakan akan menimbulkan kepenatan dan kelelahan, sehingga akan menimbulkan antipati untuk belajar. Jalan keluarnya kita harus menyediakan waktu 5-10 menit untuk beristirahat sejenak dengan mengalihkan perhatian pada hal lain yang bersifat menyenangkan dan menyegarkan. Jika kepenatan dan kelelahan daya pikir atau daya kerja otak kita hilang dan pikiran kembali fresh, maka kita dapat kembali melanjutkan pelajaran yang tertunda tersebut.

POST  TEST

 

Tema   : Cara Konsentrasi Belajar

Tujuan : Untuk mengetahui pemahaman terhadap pentingnya berkonsentrasi dalam belajar

Pernyataan:

  1. Saya mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi terhadap materi yang di berikan oleh guru
    1. Sering
    2. Kadang – kadang
    3. Tidak pernah
    4. Saya kurang mampu berkonsentrasi pada saat jam pembelajaran di kelas.
      1. Sering
      2. Kadang-kadang
      3. Tidak pernah
      4. Saya punya kiat khusus untuk mampu berkonsentrasi di kelas.
        1. Sering
        2. Kadang- kadang
        3. Tidak pernah
        4. Saya mendapatkan manfaat yang baik jika mampu berkonsentrasi dalam belajar
          1. Sering
          2. Kadang-kadang
          3. Tidak pernah
  1. Kemampuan konsentrasi menunjang pemahaman terhadap materi yang diberikan guru.
    1. Sangat setuju
    2. Ragu-ragu
    3. Tidak Setuju

SCOR JAWABAN

No. 1

  1. Sering                          = 1
  2. Kadang-kadang          = 2
  3. Tidak Pernah               = 3

No.2

  1. Sering                          = 1
  2. Kadang-kadang          = 2
  3. Tidak Pernah               = 3

No.3

  1. Sering                           = 3
  2. Kadang- kadang           = 2
  3. Tidak pernah                 = 1

No.4

  1. Sering                          = 3
  2. Kadang-kadang          = 2
  3. Tidak pernah               = 1

No.5

  1. Sangat setuju               = 3
  2. Setuju                          = 2
  3. Tidak Setuju                = 1

PENSKORAN

 

Sangat Baik     : 01 – 05

Cukup             : 06 – 10

Kurang                        : 11 – 15

Pertanyaan Essay:

1. Apakah manfaat konsentrasi dalam belajar ?

2. Bagaimana cara mengembangkan konsentrasi yang baik dalam belajar ?

KESIMPULAN

Setiap anak mempunyai kesempatan dan peluang yang sama baik untuk menjadi anak yang berprestasi. Janganlah kita mengacu, menjadi anak yang berprestasi harus memiliki IQ (Intellegence Quetient) tinggi. Kita sering mengalami kesulitan untuk memfokuskan perhatian dan konsentrasi belajar. Kesulitan memfokuskan perhatian dan konsentrasi belajar di sekolah membuat kita tak mampu mencerna apa yang dijabarkan guru.

Ada tiga komponen yang harus kita miliki, agar kita dapat melakukan kegiatan (proses) belajar, yaitu: Minat, Perhatian dan Motivasi. Minat dapat diartikan sebagai keinginan yang kuat untuk memenuhi kepuasan kita, baik berupa keinginan memiliki atau melakukan sesuatu. Perhatian adalah proses pemusatan pengerahan aktivitas tenaga psikis (pikiran) dan fisik terutama indera dan gerakan tubuh pada fokus tertentu. Motivasi adalah dorongan atau usaha untuk mewujudkan perbuatan dalam bentuk aktivitas mencapai kebutuhan atau tujuan tertentu.

Konsentrasi belajar itu adalah pemusatan daya pikiran dan perbuatan pada suatu objek yang dipelajari dengan menghalau atau menyisihkan segala hal yang tidak ada hubungannya dengan objek yang dipelajari. Suatu proses pemusatan daya pikiran dan perbuatan adalah aktivitas berpikir dan tindakan untuk memberi tanggapan-tanggapan yang lebih intensif terhadap fokus atau objek tertentu.

Untuk mengembangkan kemampuan konsentrasi belajar dibutuhkan, antara lain : a. kesiapan belajar (ready learning), b.menanamkan minat dan motivasi belajar dengan cara mengembangkan “Imajinasi Berpikir”, c. cara belajar yang baik, d. lingkungan belajar harus kondusif, e. belajar aktif, f. perlu disediakan waktu untuk menyegarkan pikiran (resfreshing) saat menghadapi kejemuan belajar.

DAFTAR PUSTAKA

http://bikonspenzambal.blogspot.com/2011/01/cara-konsentrasi-belajar.html

http://www.studygs.net/indon/attmot3.htm

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s